‘Tong Setan’, orang seberang bilang ‘Wall of Death’
Kamis minggu kemarin, pulang dari Jogja dengan Prameks (Prambanan Ekspres) sampai di stasiun Purwosari naik seorang pemuda usia belasan dan duduk disebelah saya. Dan posting ini diilhami dari obrolan 5 menit kami dari stasiun Purwosari – stasiun Balapan.
Rudi ‘Pati’ maksudnya namanya Rudi berasal dari Pati, pemuda itu mengenalkan diri. Seorang yang mengalahkan gaya gravitasi bumi dengan gaya sentripetal dalam aksinya di Tong Setan. Beberapa minggu ini acara sekaten di alun-alun kraton Surakarta dan alun-alun kraton Jogjakarta, Rudi bolak-balik bergantian main di Tong Setan kedua festival rakyat itu. Event selanjunya setelah Solo-Jogja, krue Tong Setan Rudi main di Lampung dan selanjutnya Tegal itu agenda yang dia tahu dari Bosnya. Dan kehidupannya terus berpindah kota bersama Tong Setannya
Search ‘Tong Setan’ di Youtube, akan ditemui aksi-aksi orang yang seprofesi dengan Rudi di Indonesia. Atau search ‘Wall of Death’ akan ditemui aksi-aksi oarang seprofesi Rudi di mancanegara.
[youtube Tong Setan http://www.youtube.com/watch?v=KHIvu_uJVEA]
Search ‘Wall of Death in Physics’ akan ditemui uraian matematis yang menjelaskan fenomena ini.
Kalau sempat coba simak lirik lagu Richard Thompson dengan judul yang sama : Wall of Death.
Kata-kata perpisahan Rudi di atas Kereta Prameks, “Pak, ajak putrane njenengan nonton kulo ten sekaten nggih”, Jawaban saya waktu itu “Yo mas, minggu tak nonton”.
Dalam hati saya, kapan kamu mengakhiri profesi yang menantang maut itu.